|

Mahasiswa Bentrok dengan Aparat


JAKARTA- Unjuk rasa ribuan elemen mahasiswa berlangsung di Depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (24/1), berlangsung ricuh. Dua mahasiswa sempat ditangkap Polres Jakpus, karena dianggap melakukan tindakan anarkis.

Aksi tersebut dilakukan berbagai elemen mahasiswa, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Dekokrasi (LMND), Kesatuan Aksi Mahasiswa Trisakti (KAMTRI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen (GMK). Massa menuntut Presiden SBY untuk mundur dari kursi kepemimpinannnya.

Selama kepemimpinannya, SBY dinilai hanya mengumbar kebohongan-kebohongan hukum. Kesejahteraan perekonomian pun tidak banyak menunjukkan perubahan yang baik, ditambah aset-aset negara banyak yang hilang.

Demonstran long march mulai dari Jalan Medan merdeka barat hingga Medan Merdeka Utara yang dimulai sejak pagi. Dan, diakhiri di depan Istana Negara. Mereka berupaya menerobos masuk Istana. Ratusan polisi sudah siap menghadang hingga sempat terjadi saling adu jotos antara petugas dan massa.

"Ayo terobos. Kita tidak pernah takut kepada polisi. Yang berbohong itu yang di dalam sana," teriak salah satu pengunjuk rasa.

Kericuhan antara mahasiswa dan petugas akhirnya berhasil diredam. Massa HMI dan GMKI tidak berhasil masuk ke Istana. Polisi mengamankan dua orang pengunjuk rasa Mohais dan Surahman, massa dari HMI.

Menurut informasi kedua mahasiswa HMI yang ditangkap saat bentrok di depan Istana, mengaku disiksa. Bahkan, salah seorang diantara mengaku diremas kemaluannya.

"Kemaluan saya diremas, makanya celana saya jadi robek," kata Surahman dihadapan massa HMI disambut teriakan
"Muka saya dipukul-pukul, dia bilang kamu jangan banyak omong," ucap Surahman menirukan perkataan salah seorang Polisi.

Bahkan, sesampai di Mapolres diakui Surahman, petugas masih terus melakukan pemukulan. Sama halnya Surahman, nasib serupa dialami rekannya bernama Mohais. Diakuinya, saat aksi berlangsung ricuh, dia hanya ingin menenangkan rekannya yang terlihat sudah emosi.

Namun, niatnya itu berbuah kalau dia juga harus kena hantaman dari aparat Kepolisian. "Saya diinjak-injak padahal saya membantu teman yang lagi emosional," aku Mohais.

Dia mengatakan, diperlakukan oleh aparat tidak selayaknya manusia. "Tangan saya lecet, ditarik-tarik kayak binatang. Dimobil pun saya dipukuli," katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PB HMI, Noer Fajriansyah, meminta pertanggungjawaban Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hamidin. Kini, massa telah membubarkan dirinya secara tertib.

Mahasiswa HMI, juga sempat menggelar salat magrib berjemaah dan doa bersama di depan Istana Presiden. Beberapa diantara, bahkan sempat meneteskan airmata.

Dalam doanya, memohon akan adanya pemimpin bangsa yang berani. "Ya Allah, SBY dan Budiono sudah tidak mampu lagi memimpin bangsa ini," ujar salah seorang massa seraya memohon doanya diijabah dan diberi pemimpin yang jauh lebih berani. (net)

Posted by Linggau Pos on Selasa, Januari 25, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Mahasiswa Bentrok dengan Aparat"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto