|

Tabung 3 Kg Diduga ‘Disuntik’


EMPAT LAWANG- Sejak beberapa bulan terakhir, banyak ditemukan tabung gas elpiji tiga kilogram tidak sesuai dengan berat aslinya. Diduga kuat, tabung-tabung tersebut terlebih dahulu ‘disuntik’ (dikurangi) isinya.
“Kami harap dilakukan pegecekan dan pengawasan di pangkalan elpiji. Masyarajat khawatir banyak beredar tabung gas yang sudah ‘disuntik’. Biasanya setiap isi ulang dapat digunakan hingga 15 hari namun sekarang dalam waktu kurang dari sepuluh hari saja sudah habis,” keluh Hardi (35) warga Tebing Tinggi, Rabu (26/1).

Diakuinya, kendati tidak mengtehaui secara jelas bagaimanan pengecekan jenis tabung gas, namun ia merasakan sudah banyak perubahan. Sebelumnya pada penukaran penutup segel terbuat dari plastik keras cukup rapat, namun sekarang hanya segel di staples dengan bahan plastic standar.

“Kami hanya ingin kemamanan dalam penggunaan, dikhawatirkan jika sudah ‘disuntik’ klep tabung akan rusak. Inikan membahayakan kalau bocor, bisa meledak,” jelasnya seraya berharap ada upaya pengecekan dari pihak terkait. Hal ini setidaknya dapat memastikan kondisi tabung elpiji tiga kilogram yang dijual dipasaran memang benar aman dan tidak merugikan masyarakat.

Senada dikatakan Lian (37) warga lain. Saat ini penggunaan tabung elpiji tiga kilogram cukup menghawatirkan, karena berulang kali penukaran masih sulit menyala. Bahkan banyak yang bocor pada bagian klep atau katupnya.
“Memang sudah dipasang karet pengaman, namun gasnya masih keluar. Kadang terlihat kepala klep tabung sudah dipasang karet gelang atau sejenisnya. Kami tidak jelas apa fungsinya,” cerita Lian.

Mengenai kapasitas pemakaian tidak menentu, terkadang setiap penukaran digunakan untuk dua minggu. Namun tidak jarang hanya satu minggu saja sudah habis.
“Kami hanya curiga, jangan sampai nantinya membahayakan. Setidaknya sebagai
antisipasi kami harap pihak terkait dapat mengawasi peredaran tabung gas yang ada, apalagi indikasi tabung non SNI masih beredar,” imbuhnya.

Menanggapi peramasalahan ini, Assisten II Bidang Perekonomian Setda Empat Lawang, Dumyati Isro mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan secara langsung dari masyarakat. Jika memang ada nanti akan dilakukan pengecekan dilapangan. Karena kondisi tabung gas harus tetap terjaga terutama segel, jika tidak dikhawatirkan dapat membahayakan.
“Nanti kami akan turun ke setiap pangkalan gas, guna mengecek kondisi tabung gas elpiji tiga kilogram yang akan dipasarkan,” kata Dumyati.

Mengenai dugaan penyuntikan tabung gas, dijelaskan Dumyati merupakan pelanggaran, karena selain merugikan konsumen dapat membahayakan. Sebab setelah disuntikkan benda pada katup atau klep tabung itu, maka kondisinya akan rusak dan membahayakan.

“Kerugian utama disegi komposisi, disisi lain masalah keamanan pengguna. Ini harus dihentikan, jika masih dilakukan maka bukan tidak mungkin dikenakan sanksi tindak pidana,” tegas Dumyati. (05)

Posted by Linggau Pos on Kamis, Januari 27, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Tabung 3 Kg Diduga ‘Disuntik’"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto