|

Petani Karet Tewas Mengenaskan


LUBUK BESAR-Masdatul (30), warga Desa Lubuk Besar, Kecamataan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas (Mura), tewas mengenaskan dengan kondisi belasan luka tusuk di tubuhnya. Peristiwa dialami petani karet ini terjadi Kamis (19/5) sekitar pukul 16.00 WIB di lokasi penampungan karet (kambang karet) Desa Rantau Bingin Kecamatan TPK.

Pelaku penikaman diduga dua orang tetangga korban berinisial Yan dan Bur, hingga tadi malam masih dalam pengejaran aparat kepolisian resort (Polres) Mura dan Polsek Muara Beliti.

Selain itu, pelaku juga menikam adik ipar korban, Edi (26), warga yang sama, hingga mengalami luka tusuk di bagian lengan kiri dan harus menjalani perawatan medis di RS dr Sobirin Mura. Hasil penyidikan sementara aparat kepolisian, motif keributan antara korban dan pelaku dipicu permasalahan getah karet.

Kronologis kejadian berawal dari Edi kehilangan Odel karet (getah karet yang masih dalam tempurung). Kemudian ia menceritakan masalah kehilangan tersebut kepada kakak iparnya Masdatul. Beberapa hari kemudian, Masdatul melihat Yan menggunakan sepeda motor mengangkut tiga keping getah karet menuju tempat penjualan getah karet dan dibeli Agus, yang sebelumnya diperintahkan oleh Bur.
Melihat satu dari tiga kepingan yang dijual Yan mirip dengan milik Edi, lalu Masdatul memberitahu kepada Edi, bahwa getah karet miliknya dijual ke Agus.

Selanjutnya Edi dan Masdatul mendatangi Kades Lubuk Besar, Awi untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Oleh Kades, keduanya disarankan untuk mengecek kebenaran informasi yang diterima ke Kambang Karet milik Agus di Rantau Bingin.

Sesampainya di lokasi kejadian, Edi melihat bahwa satu dari tiga keping karet itu memang benar miliknya. Tidak lama kemudian, Bur dan Yan menyusul ke Kambang Karet milik Agus. Saat itu lah, korban dan pelaku terjadi cekcok mulut yang berujung perkelahian.

Karena pelaku membawa senjata tajam jenis pisau, insiden perkelahian ini menjadi tidak seimbang karena korban hanya menggunakan tangan kosong. Melihat Masdatul terjatuh, Yan dan Bur diduga langsung menikamkan pisaunya bertubi-tubi hingga tewas. Selanjutnya mereka juga menyerang Edi hingga mengenai luka tusuk di lengan kiri.

Saat kejadian, warga sekitar tidak seorangpun yang berani melerai. Warga baru berani memberikan pertolongan setelah Yan dan Bur melarikan diri dengan cara membawa kedua korban ke rumah sakit.

Rupanya Tuhan berkehendak lain. Masdatul menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Sedangkan adik iparnya Edi, hingga tadi malam masih menjalani perawatan medis RS dr Sobirin Musi Rawas.

Menurut keterangan Edi, dirinya sangat mengenali getah karet miliknya karena memiliki ciri-ciri khusus, berbeda dengan dari odel miliki petani lain.

“Waktu itu kami tidak bawa apa-apa, sehingga kami tidak berdaya menghadapi amukan pelaku,” jelas korban disaat ditemui wartawan koran ini di IGD RS dr Sobirin Mura.

Kapolres Mura, AKBP Rizal Syahman Radi melalui Kasat Reskerim, AKP Suryadi, membenarkan adanya kejadian. “Kasusnya tenggah ditangani Polsek Beliti. Identitas pelaku sudah dikantongi dan kami masih melakukan pengejaran,” ujarnya. (05)

Posted by Linggau Pos on Jumat, Mei 20, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Petani Karet Tewas Mengenaskan"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto