|

Himbauan Disdik Tak Diindahkan


LUBUKLINGGAU- Hasil peserta Ujian Nasional (UN) tahaun pelajaran 2010/2011 SMP/SMPLB/MTs se-Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) serentak diumumkan, Sabtu (4/6). Berdasarkan data koran ini, untuk Kabupaten Mura ada tiga siswa yang gagal UN. Sedangkan untuk Kota Lubuklinggau hanya dua siswa yang mengalami gagal UN. Meski Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau dengan tegas menghimbau siswa-siswi kelas IX tidak melakukan konvoi, tidak juga diindahkan.

Berdasarkan pantauan koran ini, sejak pukul 11.00 WIB hingga sore hari kemarin, aksi konvoi siswa SMP berseragam mewarnai pusat keramaian kota. Diantaranya Lapangan Merdeka (Lapmer), Lapangan Perbakin, sepanjang Jalan Yos Sudarso dan Jalan Lingkar Utara. Selain kovoi, ratusan siswa-siswi juga melakukan aksi corat-coret seragam sekolah.

Dilapangan Perbakin puluhan siswa diduga berasal dari Kecamatan Padang Ulak Tanding berseragam terlihat berkumpul. Sebagian diantara mereka ada yang mengendarai motor secara ugal-ugalan dengan cara mengangkat ban depan kendaraan. Aksi serupa juga terjadi di Lapmer. Namun di lokasi ini mayoritas peserta konvoi berasal dari siswa SMP di Kota Lubuklinggau. Aksi ugal-ugalan di dua lokasi ini berakhir setelah anggota Satuan Pol-PP melakukan patroli membubarkan kerumunan. Sementara itu sejumlah anggota Satuan Lalulintas Polres Lubuklinggau juga terlihat melakukan patroli di lokasi yang biasa dijadikan masyarakat untuk berkumpul. Upaya dilakukan korps baju coklat ini hanya untuk membubarkan siswa yang berkumpul dan memberikan himbauan.

Upaya Satpol-PP dan aparat kepolisian membubarkan kelompok pelajar ini tidak membuahkan hasil banyak. Ratusan pelajar malah melakukan konvoi melewati jalan alternatif di pinggiran Kota Lubuklinggau. Terakhir mereka berkumpul di jalan baru Lingkar Utara Kelurahan Eka Marga Kecamatan Lubuklinggau Selatan II setelah berkonvoi di jalan poros Tugumulyo, Kabupaten Mura.

Melihat kondisi ini salah seorang pengguna jalan, Andini (19) mengaku sering khawatir jika harus keluar usai pelaksanaan kelulusan siswa di Kota Lubuklinggau. Mahasiswi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Lubuklinggau ini mengaku khawatir, lantaran tidak jarang peserta konvoi mengundang kemacetan, menghabisi badan jalan, dan berisik.

Warga Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II itu menyarankan Disdik Kota Lubuklinggau bekerja sama dengan kepolisian untuk bisa mengantisipasi pelaksanaan konvoi. Dengan dikoordinasikan kepada sekolah sebaiknya konvoi selama ini masih dilakukan di jalan-jalan dapat dicegah.

Sementara itu, Plt Kadisdik Kota Lubuklinggau, Agus Sugianto melalui Kabid Dikmenti, Mustofa Yusuf, mengatakan peraih nilai tertinggi UN SMP se-Kota Lubuklinggau tahun pelajaran 2010/2011, adalah Rizki Muharani, siswi kelas IX 3 SMP Negeri 2 Lubuklinggau. Dari 3.998 terdaftar lebih kurang 50 calon peserta UN tidak hadir.

Dari jumlah 3.948 peserta UN SMP di Kota Lubuklinggau, putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Bambang Hermanto dan Zulfitralina tersebut berhasil meraih kalkulasi nilai 37,30. Rinciannya Bahasa Indonesia 9,10, Bahasa Inggris 9,40, Matematika, 9,40, dan IPA 9,40.

Siswi dikenal cukup aktif dan berprestasi baik dalam bidang akademik dan non akademik itu memang dikenal sangat cerdas. Mustofa menambahkan, UN tahun pelajaran 2010/2011, dari empat mata pelajaran yang di UN kan, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan IPA berdasarkan nilai akhir diraih rata-rata nilai diperoleh peserta didik SMP se-Kota Lubuklinggau 32,40.

Kepala SMPN 2 Lubuklinggau, M Tohir menjelaskan, seluruh peserta didik yang akan mengikuti UN telah dipersiapkan melalui kegiatan pendalaman materi. Prestasi diraih Rizki Muharani tidak terlepas dari motivasi kedua orang tua, kerja keras dewan guru, dan semangat Rizki untuk meraih nilai terbaik.

Sementara itu, peraih nilai UN terendah di Kota Lubuklinggau adalah salah seorang siswa dari SMP swasta, dengan kalkulasi nilai 20,20.
Sedangkan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), pelaksanaan pengumuman UN dilakukan pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Meskipun pelaksanaan konvoi tidak ada, namun aksi corat-coret dianggap sebagai tradisi masih juga terjadi di sepanjang jalan protokol.

Meskipun demikian koran ini masih berkesempatan menjumpai peraih nilai UN tertinggi se-Kabupaten Musi Rawas (Mura). Ia adalah siswi kelas IX SMP Negeri Muara Beliti, Sholihatul Ummah (15). Dari lebih kurang 7.600 peserta UN SMP Kabupaten Mura, putri bungsu pasangan Joko Sutejo dan Husniyah ini meraih nilai Bahasa Inggris 9,4, Bahasa Indonesia 8,9, Matematika 9,6 dan IPA 9,3 nilai akhir 37,20 rata-rata 9,3.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Kadisdik Mura), Edi Iswanto melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Irwan Evendi kepada koran ini, Sabtu (4/6), tiga siswa yang dinyatakan tidak lulus, yakni siswa asal SMP Negeri di Kecamatan Rupit, SMP Negeri di Kecamatan Purwodadi, dan salah seorang siswa Madrasah Tsanawiyah. (08)

Posted by Linggau Pos on Minggu, Juni 05, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Himbauan Disdik Tak Diindahkan"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto