|

Bensin Oplosan Diduga Dijual Bebas


LUBUKLINGGAU-Hati-hati membeli premium (bensin) di pengecer. Karena diduga banyak dijual bensin oplosan atau mentah oleh oknum pengecer dengan harga sama berkisar Rp 5500 per liter hingga Rp 6.000 per liter.

Hasil investigasi koran ini di sejumlah pengecer bensin di Kecamatan Lubuklinggau Utara II dan Lubuklinggau Timur I, Selasa (31/8), diketahui bensin oplosan ini sekilas memang nyaris sama dengan bensin murni dijual di SPBU. Baik itu warna maupun bau yang menyengat. Tetapi jika dicermati secara seksama bensin itu lebih bening warnanya seakan bercampur dengan air atau minyak makan. Namun jika bensin itu sudah masuk ke dalam tanki, maka motor akan mengalami kerusakan mesin dengan suara mesin terdengar agak kasar.

“Suara mesin motor saya menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya, agak rusak sekarang setelah membeli bensin oplosan. Saya sebelumnya tak tahu jika bensin itu campuran,” ucap Sn, salah seorang pembeli bensin oplosan.

Ia menyatakan pengecer yang menjual bensin oplosan itu berjualan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara II serta Lubuklinggau Timur I. “Pengecer ini berjualan di pinggir jalan,” beritahu Sn mengaku kapok membeli bensin di pengecer.

Salah seorang pengecer bensin ditemui koran ini membenarkan ada aksi jual bensin oplosan oleh oknum pengecer. “Nama bensin itu biasa disebut minyak mentah yang dibeli pengecer dari oknum tak dikenal dengan harga agak miring. Bensin ini kabarnya berasal dari Jambi dan sekilas ada campuran minyak makan di dalam bensin itu,” kata pengecer, menolak namanya dikorankan. Ia sendiri mengaku tidak menjual minyak mentah tersebut karena membeli resmi di SPBU. “Saya tidak menjual bensin oplosan tetapi tidak tahu kalau pengecer lain,” kilahnya yang menjual bensin Rp 6000 per liter.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Takwil Ichsan melalui Kasat Intel, AKP Bambang Suwono saat dimintai tanggapannya, pihaknya akan melakukan penyelidikan sejauh mana Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang dianggap mentah. “Kami akan koordinasi dengan pihak PT Pertamina untuk menentukan mengenai klasifikasi minyak mentah. Sehingga mempermudah petugas dalam melakukan penyelidikan,” Kata Bambang.

Namun hingga kini, sambung dia, belum ada informasi bensin oplosan dengan BBM mentah. Untuk itu, masyarakat dihimbau menginformasikan kepada pihak berwajib bila mengetahui ada oknum mengoplos bensin dengan harapan meraup keuntungan yang lebih besar. “Kami berharap kepada masyarakat segera melapor ke polisi bila menemukan indikasi pengoplosan minyak mentah,” pungkasnya.

External Relation Pertamina BBM Retail Regional II Sumbagsel, Robert MVD mengatakan bahwa sebenarnya untuk BBM mentah harus diawasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Sebab, penyulingan sederhana hasilnya tidak bisa dijamin dan berbahaya.

“Bisa saja dibilang minyak tanah, padahal bersifat seperti premium dan sangat mudah terbakar atau meledak dan merenggut korban,” kata Robert.

Ditambahkannya, untuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) minyak tanah sudah dry (kering, red), karena konversi sudah berjalan 100 persen.

“Pertamina hanya menghimbau kepada masyarakat agar jangan membeli atau mengkonsumsi karena berisiko. Lebih baik gunakan LPG dengan cara dan pengetahuan akan penggunaannya yang benar serta aman. Insyaallah tidak terjadi kebakaran,” selorohnya sembari menutup pembicaraan.(01/07/08)

Posted by Linggau Pos on Rabu, September 01, 2010. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Bensin Oplosan Diduga Dijual Bebas"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto