|

Baru Satu Kali ke Watervang


SEMENTARA itu, korban Neli Sartika saat ditemui di IGD RSUD dr Sobirin Mura, terlihat shock. Ia terus menangis histeris melihat kondisi kekasihnya terluka parah. Dari raut wajah gadis beramput panjang itu seakan tidak percaya atas kejadian dialaminya Ison.

”Saya tidak tahu tempatnya, saya baru sekali ke sana (DAM II Watervang),” cerita Neli yang mengenakan pakai Polkadot warna hitam bermotif bintik-bintik putih, dipadu jeans warna hitam itu.

Wanita belum bekerja itu mengaku kekasihnya memberikan perlawanan saat ditodong tiga orang. ”Saya takut dan hanya berdiri di pinggir jalan seraya melihat Son berkelahi dengan pelaku. Saya berteriak minta tolong dan warga pun berdatangan memberikan pertolongan,” tambahnya.

Tidak lama kemudian, anggota Polres Lubuklinggau dipimpin Kanit Pidum, Iptu Forliamzons bersama beberapa anggota tiba di IGD RS dr Sobirin Mura dengan membawa jenazah Riki Andesta. Jenazah langsung dibawa masuk lalu dilakukan visum oleh tim medis. Riki Andesta berciri-ciri mengenakan jaket kulit warna hitam, bertato di dada, kedua lengan, dan paha kiri. Sementara kondisi korban Ison hingga berita ini naik cetak, masih dalam perawatan tim medis RSUD dr Sobirin.

Terpisah menurut warga, selama ini disekitar TKP memang terkenal rawan perampokan. Khususnya pada hari libur, karena rata-rata pelaku mengincar calon korbannya yang datang ke DAM II Watervang saat pulang melalui jalan alternatif. “Kalau daerah itu memang rawan sekali kejahatan. Beberapa kali kejadian selalu terjadi di sekitar lokasi itu (TKP,red),” cetus Herman, warga setempat.(01)

Posted by Linggau Pos on Senin, Februari 07, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Baru Satu Kali ke Watervang"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto