|

Hosni Mubarak Resmi Mundur


KAIRO-Riuh gegap gempita seketika menyeruak saat Wakil Presiden Mesir, Omar Sulaiman mengumumkan pengunduran diri Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Mulai malam ini (Jumat,11/2) Hosni tidak lagi menjadi presiden di tanah pharaoh itu.

"Hari ini (tadi malam,red) Hosni Mubarak memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden Mesir," ujar Sulaiman saat pengumumankan pengunduran diri Mubarak seperti dilansir dari TV CNN, Jumat (11/2).

Pengunduran diri Mubarak ini langsung disambut histerias warga Mesir. Mereka meneriakan yel-yel dan merayakan perjuangan mereka untuk menurunkan rezim otoriter yang telah membelenggu Mesir selama 30 tahun ini.

Saat ini ribuan warga Mesir juga masih penunggu pernyataan politik militer Mesir atas mundurnya Mubarak. Unjuk rasa besar-besaran juga telah menyebar ke sejumlah kota, bukan hanya Kota Kairo dan Alexandria. Selain itu sasaran pengunjuk rasa kini menyebar mulai dari gedung-gedung pemerintah, gedung televisi dan radio pemerintah, dan istana kepresidenan, dan juga tempat tinggal Mubarak di Alexandria.

*Hussein Tantawi, Pemimpin Sementara

Majelis tertinggi militer diserahi kekuasaan untuk memimpin Mesir untuk sementara. Majelis tersebut dipimpin oleh Menteri Pertahanan Mesir, Muhammad Hussein Tantawi.

Reuters, Jumat (12/2), mengupas sedikit latar belakang Hussein Tantawi yang akan berkuasa di Mesir untuk sementara. Pria berumur 76 tahun ini yang akan bertanggung jawab sementara di Mesir sambil menunggu langkah konstitusional selanjutnya.

Tantawi lahir tanggal 31 Oktober 1935 dan mulai bergabung angkatan bersenjata tahun 1956. Ia menjabat sebagai menteri pertahanan sejak 1991 dan panglima angkatan bersenjata mulai tahun 1995. Lalu pernah memimpin pasukan dalam 3 kali peperangan melawan Israel. Pada tahun 1956 saat Krisis Suez, tahun 1967 dan 1973 dalam perang timur tengah.

Tantawi ditunjuk menjadi deputi perdana menteri, rangkap jabatan sebagai menteri pertahanan, pada saat Mubarak membubarkan kabinetnya tanggal 29 Januari 2011. Latar belakang militer Tantawi telah memunculkan spekulasi kalau dia juga akan mengincar kursi presiden, meskipun beberapa pengamat menilai dukungan dia dari militer tidak terlalu kuat.

*Puluhan Juta Orang Berpesta
Puluhan juta rakyat Mesir bersuka cita menyusul turunnya Hosni Mubarak dari kursi kepresidenan. Di berbagai tempat mereka menunjukkan kebahagiaannya dengan berbagai cara.

Pelukan, air mata, dan teriakan kebahagiaan membahana dari seluruh penjuru Mesir malam ini, Jumat (11/2). Reuters memberitakan orang-orang berdansa, meniup terompet, dan banyak yang mengibar-ngibarkan bendera nasional Mesir.

"Rakyat telah menumbangkan rezim," teriak massa yang berada di Lapangan tahrir.

Bahkan kebahagiaan juga terlihat di kantor televisi nasional dan istana presiden. Dua tempat yang selama ini membela kepentingan pemerintah.

"Allah Akbar. Saya orang Mesir. Saya bangga sebagai orang Mesir," begitu kata mereka.

"Terima kasih ya Tuhan, saya jadi pengangguran karena dia (Mubarak-red), kehidupan sangat susah, sekarang saya akan memulai hidup baru," ujar Ahmed (35) di Istana Presiden.

"Terima kasih, terima kasih Tuhan, ketidakadilan telah sirna dan segalanya akan lebih baik. Jika tidak (membaik-red), kami akan kembali ke jalan dan menuntut perubahan," tutur seorang pemilik toko roti, Reda Alrouby (37).

* Hosni Mubarak Tinggalkan Kairo
Sebelumnya, tekanan agar Presiden Hosni Mubarak turun dari kursi kepresidenan dari ribuan demonstran semakin menguat. Bahkan informasi terakhir menyebutkan presiden yang sudah berkuasa selama 30 tahun itu tidak lagi berada di Kairo.

Dalam siaran stasiun televisi Al-Jazeera pada Jumat (11/2), disebutkan bahwa Mubarak telah meninggalkan Kairo beserta anggota keluarganya. Saat ini belum diketahui posisi terakhir Mubarak dan keluarganya berada.

Unjuk rasa yang semula berpusat di lapangan Tahrir kini menyebar ke sejumlah titik. Gedung televisi dan tentu saja istana kepresidenan menjadi incaran. Namun lokasi-lokasi itu dijaga militer.

"Tempat yang dijaga militer akan juga kami jaga. Namun kami harapkan jutaan pengunjuk rasa bisa membuat yakin militer untuk mengusir Mubarak," ujar seorang warga Mesir, Ibrahim.

Unjuk rasa pada Jumat ini memang diperkirakan lebih besar dari hari sebelumnya. Unjuk rasa pun meluas ke kota-kota lain, bukan hanya di Kairo dan Alexandria. Pemimpin oposisi Mohammad El Baradei pun menggambarkan betapa dahsyatnya unjuk rasa kali ini.

"Mesir akan meledak. Militer harus menyelamatkan negara sekarang," tulis El Baradei dalam akun twitternya.

Desakan untuk Mubarak juga kian berani dari Uni Eropa. Bahkan Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen menjadi pemimpin Uni Eropa pertama yang menyerukan Mubarak untuk turun.(net)

Posted by Linggau Pos on Sabtu, Februari 12, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Hosni Mubarak Resmi Mundur"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto