|

Gempa Susulan Dahsyat Ancam Jepang


*Sudah 10.000 Korban Tewas
TOKYO- Warga Jepang dan negara Indonesia di lokasi gempa masih mengkhawatirkan gempa-gempa susulan berkekuatan besar. Menurut petugas berwenang setempat, dalam tiga hari ini akan ada gempa-gempa susulan berkekuatan 7 skala richter.

"Bahkan ada peringatan dari televisi kalau dalam tiga hari ini sampai 16 Maret akan terjadi gempa besar," kata Bayu Dwi Apri Nugroho, mahasiswa S3 Ilmu Pertanian, Universitas Iwate, dalam perbincangan via chatting, Senin (14/3)

Gempa besar dimaksud Bayu berskala sekitar 7 skala richter. "Kalau lebih dari tiga hari, peluangnya menjadi 50 persen," kata pria yang juga Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Badan Meteorologi Jepang juga menyebut soal prakiraan gempa susulan dengan magnitude besar ini. Sejumlah media asing bahkan menyebut kekuatan gempa susulan bisa lebih dari 7 skala richter. Gempa-gempa susulan berkekuatan besar juga mengancam aktivitas para tim penyelamat.

"Peluang terjadinya gempa susulan besar itu sekitar 70 persen," kata Direktur Prakiraan dan Informasi Gempa di Badan Meteorologi Jepang, Takashi Yokota, seperti ditulis Guardian.

Gempa berkekuatan 7 skala richter itu juga bisa memicu gelombang tsunami, tergantung kedalaman pusat gempa. Gempa berkekuatan itu juga mampu mengguncang gedung-gedung tinggi. Menurut Yokota, gempa-gempa susulan sudah terjadi di bawah laut. Gempa terasa hingga sepanjang 500 kilometer dan lebar 200 kilometer.

*Sudah 10.000 Korban Tewas
Sementara jumlah korban meninggal dunia diperkirakan mendekati 10.000 orang, akibat gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menimpa Jepang Jumat pekan lalu.

Para petugas penyelamat terus mencari koraban selamat di kota-kota pantai yang telah luluk lantak. Gempa dan tsunami dahsyat itu menewaskan penduduk di lebih dari selusin daerah di 47 perfektur di Jepang.

Berikut adalah jumlah orang tewas dan hilang, berdasarkan laporan sebuah media Jepang. Perfektur MIYAGI, Jepang timur laut setidaknya 785 orang dipastikan meninggal dunia di kota-kota seperti Kesennuma, Higashimatsubara dan Sendai, namun sumber-sumber resmi mengkhawatirkan lebih dari 10.000 orang tewas di perfektur itu saja.

Sekitar 2.000 jenazah ditemuakan di dua pantai, termasuk mereka yang ditemukan di kota Minamisanriku dan Ishinomaki. Minamisanriku berpenduduk 17.000 orang, tapi 10.000 diantaranya hilang setelah tsunami.

Lalu Perfektur IWATE, timur laut Jepang, setidaknya 574 orang dipastikan meninggal, termasuk mereka yang berada di kota Ofunato dan Rikuzentakata. Kota Rikuzentakata, yang sebelumnya berpopulasi 23.000 orang, hampir sama sekali tersapu, demikian dinas pemadam kebakaran setempat.
Belum ada informasi mengenai berapa banyak yang selamat. Lebih dari 80 persen kota itu dihanyutkan oleh tsunami. Di kota Otsuchi, dari 15.000 penduduknya, 12.000 orang hilang.

Selanjutnya di Perfektur FUKUSHIMA, Jepang timur laut sekitar 420 orang, termasuk mereka yang tinggal di kota Iwaki dan Minamisoma, dipastikan meninggal dunia. Sekitar 1.200 orang dilaporan hilang. Jumlah penduduk tewas di distril lainnya yakni, Tokyo 7 orang, Chiba 15 orang, Ibaraki 19 orang, Aomori 3 orang. Lalu Tochigi 4 orang, Kanagawa 3 orang, Hokkaido 1 orang, Yamagata 1 orang
Dan Gunma 1 orang.

*Sumbu Bumi Bergeser 25 Cm
Dampak gempa berkekuatan 9 skala richter (SR) yang mengguncang Jepang membuat sumbu bumi bergeser hingga 25 Cm. Akibatnya, proses rotasi bumi pun berlangsung lebih cepat.

Berdasarkan penelitian Lembaga Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia, gempa dengan magnitude 9 SR tersebut sangat kuat. Kekuatannya bahkan meningkatkan perputaran poros bumi.

USGS juga sebelumnya mencatat, Gempa 9 SR yang berpusat di 373 km timur laut Tokyo, membuat pulau yang terdekat dengan pusat gempa, Pulau Honshu, bergeser 8 kaki atau 2,4 meter. Hal tersebut terlihat dari pencitraan bergesernya garis pantai.

Namun, perubahan ini menurut peneliti Kanada tidak akan berpengaruh banyak. Efeknya disebutkan sangat kecil, bahkan tak akan terasa hingga berabad-abad.

"25 Cm terdengar banyak jika kita melihatnya dengan penggaris. Namun jika Anda bandingkan itu dengan keseluruhan bumi, itu sangat kecil. Hanya semenit," ucap profesor Andrew Miall.

"Itu akan membuat perubahan tentang lamanya hari. Itu juga akan membuat perubahan sangat, sangat, sangat kecil pada perputaran bumi, yang akan mempengaruhi musim, tapi efeknya sangat kecil," sambungnya.

*Pergeseran Tak akan Terasa

Peneliti senior LAPAN, Thomas Djamaludin berpendapat, pergeseran sumbu bumi 25 Cm tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Tidak akan terasa sekali karena itu sangat kecil. Tidak perlu khawatir, sepanjang sejarah manusia, efeknya tidak akan terasa, tak berpengaruh," kata Thomas Djamaludin, Senin (14/3).

Thomas menjelaskan, efek pergeseran sumbu bumi sepanjang 25 Cm memang terjadi akibat gempa Jepang. Hal yang sama pernah terjadi saat gempa di Chile dan Aceh.

"Perlu dijelaskan karena gempa disebabkan pergeseran lempeng. Lalu membuat distribusi massa bumi berubah. Perubahan distribusi itu membuat sumbu rotasi bumi sedikit bergeser," jelasnya.

Menurut Thomas, ada pergeseran titik kutub utara dan kutub selatan karena perubahan sumbu tersebut. Namun angka 25 Cm terlalu kecil untuk membuat perubahan signifikan.

"25 Cm tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan diameter bumi yang 1.200 Km. Sangat kecil, oleh manusia tidak akan terasa, oleh peralatan juga kurang sensitif, cuman nol koma sekian-sekian detik," paparnya. (net)

Posted by Linggau Pos on Selasa, Maret 15, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Gempa Susulan Dahsyat Ancam Jepang"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto