|

Jamaah Naqsabandiah Nyaris Dimassa


LUBUKLINGGAU– Ratusan warga Kelurahan Nikan Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa (10/5) nyaris bertindak anarkis terhadap 23 jamaah Naqsabandiah. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di rumah milik Eko (50) di RT 05 nomor 02 Perumahan Prumnas Nikan. Aksi ini dipicu kecurigaan warga terhadap aktivitas pengajian dan zikir dilakukan 23 jamaah Naqsabandiah di rumah Eko.

Aksi ini dapat dicegah setelah aparat pemerintahan setempat bersama kepolisian Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur tiba di lokasi. Ke 23 warga yang mengaku kelompok tarekat Naqsabandiah itu diantaranya bernama Ahmad Nurydin, Dedy, M Syukri, Muhammad Sarif, Nando, Isamail, Anwar, Dawan, Haris, Eko. Kemudian Ridwan, Bambang, Sukri, Isman, Ratno, Siman serta tujuh orang wanita-belum diketahui identitasnya-.

Informasi didapat koran ini di lapangan, keresahan warga terhadap jamaah Naqsabandiah ini, karena setiap kali kegiatan mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi serta tertutup.

“Akibatnya kami merasa risih dan terganggu. Oleh karena itu kami sepakat untuk membubarkan pengajian dilakukan mereka (jemaah Naqsabandiah),” cerita Supran, (40), salah seorang warga saat dibincangi koran ini disela kejadian.

Masih menurut Supran, pada mulanya ratusan warga bermaksud untuk mendatangi rumah milik Eko secara baik-baik dan bermaksud menanyakan kegiatan sedang dilakukan. Hanya saja posisi rumah dalam keadaan tertutup rapat dan tidak terdengar suara apapun. Setelah menunggu beberapa jam, warga akhirnya membuka pintu rumah. “Sewaktu pintu terbuka kami lihat semuanya seperti perempuan sedang berzikir. Namun rupanya setelah kami perhatikan baik-baik, mereka laki-laki yang memakai jubah putih seperti kerudung atau mukenah milik kaum perempuan,” kata Supran.

Sementara menurut warga, Nus (49) menceritakan, semula warga sudah terlihat emosi bahkan menjurus pada tindakan anarkis. Pasalnya warga sudah merasa resah akibat banyaknya kegiatan-kegiatan yang akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat.
“Untungnya kami segera melaporkan kegiatan ini kepada pak RT dan Pak Lurah. Sehingga kami tidak jadi berbuat anarkis,” kata Nus.

Sementara ketika dibincangi, Eko menceritakan sebelum warga mendatangi rumahnya, mereka saat itu sedang melakukan pengajian dan kegiatan zikir Naqsabandiah dipimpin Ahmad Nuryudin. Saat itu menurut Eko, kegiatan ini semula diikuti 23 anggota kelompok pengajian tarekat Naqsabandiah dimulai setelah melaksanakan shalat Maghrib. Menurut Eko, kegiatan tersebut baru satu kali dilaksanakan dirumahnya tanpa ada maksud apapun.

“Usai shalat Maghrib terus kami lanjutkan dengan kegiatan zikir hingga menunggu shalat Isya. Namun saat usai melakukan shalat Isya, kami terpaksa menghentikan pengajian karena warga meminta kami segera menghentikan kegiatan,” ujar Eko yang saat yang mengaku bekerja senagai pegawai PLN wilayah Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir.


Terpisah jemaah Naqsabandiah lainnya, Ahmad Nuryudin, (55), warga Air Satan, menolak tudingan warga, bahwa pengajian dan kegiatan zikir yang mereka lakukan merupakan sesat.

“Tidak benar. Kegiatan kami ini murni semata-mata berzikir kepada Allah,” ungkap Nuryudin.

Dikatakannya, kalau pengajian tersebut sudah sering dilakukan dengan jumlah pengikut mencapai ribuan orang. "Kalau pusat kami berasal dari Rejang Lebong," ujar Nuryudin.

Sementara itu, Camat Timur I Yeni Agustini, didampingi Lurah Nikan Jaya, H Ahmad Novandi, serta Ketua RT 05, Iwabudi, mengaku untuk menghindari amuk massa, 23 kelompok tarekat Naqsabandih diamankan di Mapolres Kota Lubuk Linggau. “Upaya ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. OLeh Karena itu malam ini (tadi malam), mereka terpaksa kita amankan dulu ke Mapolres Lubuklinggau,” terang Yeni.

Di Mapolres Lubuklinggau, perwakilan warga melakukan dialog dengan aparat kepolisian, MUI, Kepala Kementrian Agama Kota Lubuklinggau dipimpin Sekda Kota Lubuklinggau. Pertemuan dilaksanakan di ruang Kasat Intelkam Polres Lubuklinggau hingga pukul 00.00 WIB dini hari tadi, disepakati untuk sementara waktu jemaah Naqsabandiah tidak diperkenankan melakukan aktivitas. Setelah melaksanakan pertemuan, ke 23 jemaah Naqsabandiah tadi dipulangkan ke rumah masing-mading menggunakan mobil Pemkot Lubuklinggau dengan pengawalan ketat petugas kepolisian. (Mg01/02)

Posted by Linggau Pos on Rabu, Mei 11, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Jamaah Naqsabandiah Nyaris Dimassa"

Leave a reply

Calon Gubernur 2013

 
Linggau Pos Jl. Yos Sudarso No. 89 Kel. Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau
Copyright © 2013. Linggau Pos | Jawa Pos Group - All Rights Reserved
HarianPagi Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari
Dibuat Oleh: Edi Sucipto